Rukun Nikah Dan Persyaratan Nikah Dalam Agama Islam

20-04-2021 09:10:36
Madu Anak Vitabumin

Menikah di dalam agama Islam merupakan sebuah sunah.

Teruntuk kalian yang sangat menginginkan menikah maka anda perlu untuk mengetahui apa saja rukun nikah serta persyaratan nikah apa saja di dalam agama Islam itu.

Di dalam sebuah hadist dari Imam Bukhasri yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW bersabda bahwa “wahai para pemuda, bila di antara kalian yang telah mampu untuk menikah maka segera menikahlah.

Karena pada dasarnya menikah dapat membantu dalam menahan pandangan serta dapat menjaga serta memelihara kemaluan.

Dan serta siapa yang masih belum mampu maka sebaiknya ia berpuasa karena dengan berpuasa dapat menekan syahwatnya”.

Di dalam agama Islam untuk proses pernikahan diperlukan beberapa persyaratan dan juga rukun nikah agar nantinya pernikahan tersebut dapat sah.

Selain harus satu iman dimana harus sama-sama beragama Islam ada pula syarat dan rukun nikah lainnya. Berikut penjelasannya:

Rukun Nikah Dalam Agama Islam

Di dalam agama Islam ada beberapa rukun nikah dimana diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Rukun nikah yang pertama ialah mempelai pria

Rukun nikah pertama ialah adanya sanga mempelai pria.

Ketika akan akad nikah untuk mempelai pria wajib untuk hadir dan tidak boleh untuk diwakilkan.

Dalam proses berlangsungnya akad nikah akan sama dengan sebuah proses penyerahan tanggung jawab dari wali mempelai wanita kepada mempelai pria.

2. Rukun nikah yang ke dua ialah mempelai wanita

Rukun nikah yang ke dua ialah adanya sang mempelai wanita yang memiliki sifat halal untuk dapat dinikahi.

Selain dilihat dari hubungan darah ada juga beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seorang wanita itu haram bila dinikahi contohnya seperti bila wanita tersebut sedang dalam keadaan hamil atau pun masih di dalam masa idah.

Yang dimaksud dengan masa idah ialah masa tunggu bagi para wanita yang telah berpisah dengan suami nya yang dahulu baik pisah karena cerai hidup atau cerai mati.

3. Rukun nikah yang ke tiga ialah wali nikah bagi mempelai wanita

Wali nikah bagi mempelai wanita harus ayah kandung nya, namun bila ayah kandung dari mempelai wanita telah tiada maka dapat digantikan dengan kakak atau adek laki-lakinya. 

Dan bila tidak memiliki saudara laki-laki maka dapat dengan menggunakan wali nikah saudara lainnya yang masih berhubungan dengan saudara seperti kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki satu ayah, saudara kandung dari ayah seperti pakde atau om dan atau anak laki-laki dari saudara kandung ayah.

Wali nikah bagi mempelai wanita ini menjadi rukun nikah yang ke tiga.

4. Rukun nikah ke empat yaitu dua orang pria sebagai saksi

Rukun nikah selanjutnya ialah dua orang pria yang dijadikan sebagai saksi.

Pernikahan akan dianggap sah di mata agama Islam bila ketika terjadi ijab kabul dihadiri dua orang saksi.

Untuk mnejadi saksi pernikahan ini perlu untuk memenuhi syarat yaitu berjenis kelamin laki-laki, menganut agama Islam, memiliki akal, telah akil balig, merdeka dan juga adil.

Arti dari kata merdeka ini ialah tidak berstatus budak dan atau tawanan dari pihak lain.

5. Rukun nikah ke lima yaitu ijab dan kabul

Dalam agama Islam pernikahan yang sah itu ialah setelah mempelai pria mengucapkan ijab dan kabul.

Ijab dan kabul ini di ucapkan oleh calon mempelai pria sebagai sebuah pernyataan kesediaan untuk dapat bertanggung jawab atas istrinya nanti.

Syarat Nikah Dalam Agama Islam

Setelah mengetahui rukun nikah dalam agama Islam maka selanjutnya yang perlu untuk diketahu bagi calon mempelai pria dan calon mempeleai wanita ialah persyaratan untuk nikah.

Berikut ini beberapa syarat untuk melakukan pernikahan menurut agama Islam:

1. Syarat nikah yang pertama ialah baik calon mempelai pria dan calon mempelai wanita beragama Islam

Syarat nikah yang pertama ialah para calon pengantin beragama Islam dan pernikahan akan dianggap sah bila kedua calon mempelai beragama Islam.

Bila salah satu calon mempelai tidak beragama Islam serta pernikahan yang dilakukan dengan menggunakan tata cara dalam agama Islam maka pernikahan tersebut dianggap tidak sah.

Dalam proses akad juga tidak bisa untuk diwakilkan.

2. Syarat nikah yang ke dua ialah mempelai pria bukan mahram bagi mempelai wanita atau calon istrinya

Terjadinya sebuah pernikahan itu untuk mempersatukan sepasang laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki ikatan darah.

Selain ikatan darah, wanita yang dapat masuk ke dalam mahram untuk seorang pria ialah ibu orang tua mertua, menantu, ibu tiri, anak tiri, saudara ipar, saudara persusuan dan juga cucu.

Sangat diharamkan bila terjadi sebuah pernikahan bila ternyata mempelai wanitanya merupakan mahrom mempelai pria.

Maka dari itu sangat diperlukan untuk mengecek silsilah keluarga sebelum melakukan pernikahan.

Hal ini juga telah ditegaskan di dalam rukun nikah yang ke dua dimana syarat sah terjadinya pernikahan di dalam agama Islam ialah mempelai pria bukan mahram bagi calon mempelai wanita.

3. Syarat nikah yang ke tiga ialah mempelai pria mengetahui wali akad nikah dari mempelai wanita

Menentukan wali nikah juga akan sangat penting dilakukan sebelum calon penganting memutuskan untuk menikah.

Untuk seorang calon mempelai pria mengetahui asal usul dari calon mempelai wanita perlu untuk dilakukan.

Bila ayah kandung dari mempelai wanita telah meninggal maka dapat diwakilkan dengan kakek mempelai wanita dari sang ayah atau pun saudara laki-laki.

Di dalam syariat juga ada wali hakim yang dapat menjadi seorang wali di dalam terjadinya sebuah pernikahan.

Walaupun di perbolehkan untuk menggunakan wali hakim namun dalam menggunakan wali hakim ini juga tidak boleh sembarangan.

Hal ini dapat terjadi bila ada seorang ayah yang memang tidak diperbolehkan untuk menjadi wali pernikahan anak nya sendiri.

Namun ada juga yang tidak satu rumah tetapi ayah berhak untuk menjadi wali nikah putrinya.

4. Syarat nikah yang ke empat ialah calon mempelai pria atau pun calon mempelai wanita sedang tidak melaksanakan ibadah haji

Walaupun ibadah haji merupakan sebuah ibadah yang sesuatunya dapat dilipat gandakan, namun ketika seseorang sedang melakukan ibadah haji maka tidak diperbolehkan untuk melakukan suatu pernikahan.

Walaupun ibadah haji merupakan suatu amalan yang sangat baik dan juga besar keutamaannya namun sangat diharamkan bila melakukan pernikahan ketika sedang beribadah haji.

5. Syarat sah nikah yang ke lima ialah tidak adanya unsur paksaan

Yang terakhir dari syarat sah dalam pernikahan ialah tidak adanya unsur paksaan dari berbagai pihak.

Maka dari itu terjadinya sebuah pernikahan itu harus didasari dengan inisiatif serta keikhlasan dari para calon mempelai pengantin untuk melakukan hidup bersama.

Bila jaman dahulu pernikahan sering terjadi karena adanya dorongan dari pihak perempuan maka untuk pernikahan saat ini merupakan pilihan dari para calon mempelai pengantin untuk dapat memulai hidup yang baru.

Syarat Mengajukan Pernikahan Ke KUA

Setelah kita mengetahui dari rukun nikah dalam agama Islam serta syarat nikah di dalam agama Islam, selanjutnya anda tingga mengajukan pernikahan anda ke KUA kecamatan anda.

Dalam mempersiapkan syarat pernikahan yang diajukan ke KUA sebaiknya dipersiapkan agak jauh hari, karena syarat untuk dapat menikah cukup banyak persyaratannya.

Berikut ini beberapa dokumen syarat nikah yang nantinya dapat diajukan ke KUA:

Dokumen syarat nikah bagi calon mempelai pria:

Surat keterangan untuk nikah (model N1)

Surat keterangan asal-usul (model N2)

Surat persetujuan mempelai (model N3)

Surat keterangan mengenai orang tua (model 4)

Surat kematian istri (N6) bagi duda yang istrinya telah meninggal dunia

Akta cerai dari pengadilan agama untuk duda cerai

Surat pemberitahuan hendak nikah (model N7) apabila calon dari penganting berhalangan, pemberitahuan nikah ini dapat dilakukan oleh wali atau wakil dari calon mempelai pria

Foto copy KTP

Foto copy akta kelahiran

Foto copy kartu keluarga

Pas foto yang berukuran 3x2 sebanyak 5 lembar bila calon istri berbeda daerah dimana latar belakang foto berwarna biru

Pas foto yang berukuran 3x2 sebanyak 3 lembar bila calon istri dari daerah yang sama dan latar belakang foto juga berwarna biru

Dispensasi dari pengadilan agama bila usia calon pengantin masih dibawah 19 tahun

Dispensasi dari camat bila kurang dari 10 hari

Surat izin dari atasan bila anggota Polri/TNI

Surat keterangan dari KUA yang sesuai dari KTP bila lokasi akad nikah berbeda kecamatan

Surat izin dari pengadilan untuk suami yang akan beristri lebih dari satu orang atau poligami

Surat rekomendasi dari KUA yang sesuai dengan KTP bila calon istri berbeda alamat domisili nya

Dokumen syarat nikah bagi calon mempelai wanita:

Surat keterangan untuk nikah (model N1)

Surat keterangan asal-usul (model N2)

Surat persetujuan mempelai (model N3)

Surat keterangan mengenai orang tua (model 4)

Surat kematian suami (N6) bagi janda yang suaminya telah meninggal dunia

Akta cerai dari pengadilan agama untuk janda cerai

Surat pemberitahuan hendak nikah (model N7) apabila calon dari penganting berhalangan, pemberitahuan nikah ini dapat dilakukan oleh wali atau wakil dari calon mempelai wanita

Suart tes kesehatan dari Puskesmas terdekat serta bukti dari imunisasi

 Foto copy KTP

Foto copy akta kelahiran

Foto copy kartu keluarga

Pas foto yang berukuran 3x2 sebanyak 5 lembar

Dispensasi dari pengadilan agama bila usia calon pengantin masih dibawah 19 tahun

Dispensasi dari camat bila kurang dari 10 hari

Surat izin dari atasan bila anggota Polri/TNI

Prosedur Serta Alur Untuk Menikah

Alur awal untuk mendaftar menikah di KUA ialah dengan mendatangi ketua RT di desa anda untuk mengurus surat pengantar ke kantor desa atau keluarahan.

Setelah mendapatkan surat pengantar maka datangi keluarahan untuk mengurus surat pengantar nikah ke KUA. Bila pernikahan terjadi kurang dari 10 hari dari hari akadnya maka harus meminta surat dispensasi dari kecamatan.

Setelah melengkapi semua persyaratan anda dapat langsung datang ke KUA serta membayar biaya akad nikah bila lokasi akadnya di luar KUA serta jam nya di luar jam kerja kantor KUA.

Penutup

Itu tadi lah rukun nikah dalam agama Islam, syarat nikah dalam agama Islam dan juga syarat dalam mengajukan pernikahan di KUA. Semoga info ini membantu bagi anda. 

Artikel Terkait

Mengenalkan Doa Sehari-hari Yang Wajib Di Ketahui Anak

Sebagai seorang muslim, pastinya kita diharuskan untuk membaca doa bila akan atau sedang melalukan kegiatan. Hal ini bertujuan untuk sesuatu yang sedang kita lakukan akan senantiasa di ridhoi oleh Allah SWT serta juga akan mendapatkan berkah. Maka dari itu mengenalkan doa sehari-hari yang wajib di ketahui anak sangatlah perlu.
Selengkapnya

Pengertian Serta Keuntungan Dari Full Day School

Pengertian dari full day school yang dalam bahasa inggris yaitu full yang artinya penuh, day yang artinya hari dan school yang berarti sekolah. Dalam penerapan full day school ini siswa akan belajar selama satu hari penuh dan berada di sekolah selama lima hari sehingga di hari sabtu dan hari minggu para siswa libur.
Selengkapnya

Mengulik Arti Nama Anak Sebelum Menamai Ke Anak

Sebelum memberikan nama kepada calon buah hati sebaiknya para orang tua mengetahui arti nama yang akan diberikan kepada anak karena dengan memilih nama untuk anak merupakan sebuah doa serta harapan bagi anak.
Selengkapnya
Madu Anak Vitabumin

Bertanya seputar Paramorina dan belanja Paramorina bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Madu Anak Vitabumin
0800-1-301-668
(Bebas Pulsa)
(0274) 272 4711
(Fixed Line)
(0274) 2724711
(Fixed Line)
Madu Anak Vitabumin
0811 273 8880
(Telp/SMS/Whatsapp)