Manfaat Berenang untuk si Kecil

09-07-2020 04:49:28
Madu Anak Vitabumin

Berenang untuk orang dewasa bukan lagi hal asing, tapi bagaimana jika berenang diajarkan sedari dini kepada anak? Hal tersebut kedengarannya tidak memungkinkan, tapi faktanya Anda bisa mengajarkan berenang pada anak sedari sebelum ia bisa berjalan. Manfaat berenang untuk anak antara lain dapat memancing motorik anak.

Anak dengan spontan akan menendang, mendorong, dan menggerakkan tangannya ketika di dalam air.

Pembelajaran renang ini tentunya harus diawasi oleh profesional atau setidaknya orang tua tidak boleh panik ketika anak belajar berenang. Di Australia, nyaris semua anak kecil sudah mahir dalam berenang.

Berenang bukan hanya melatih ototmotorik anak untuk bergerak, namun juga bisa melatih kecerdasan anak secara seimbang.

Bisa berenang sedari dini membuat anak tidak akan trauma dengan air asalkan diajarkan dengan benar. Ada beragam manfaat diterapkannya pembelajaran renang sedari dini pada anak. Beragam manfaat tersebut dapat kita lihat dari pembahasan ini.

 

Manfaat Berenang Bagi Anak

Berenang bisa membangkitkan kecerdasan anak, terutama di daerah corpus collosum, daerah pengatur komunikasi, rangsangan balik, dan penghantar rangsangan dari satu sisi otak ke sisi lainnya.

Sesederhana mengajak anak berenang, kemampuan untuk membaca, bahasa, akademik, dan spasial anak akan terlatih. Fisik dan mental anak dengan kemampuan renang didapuk lebih baik dari lainnya.

Bisa berenang berarti anak bisa menguasai dirinya di dalam air, sehingga anak yang mahir renang sudah pasti tidak akan terkena risiko tenggelam.

Anak ketika mula diajari berenang bisa dilatih dengan mengambang dalam posisi terlentang, yakni membiarkan punggung di bawah dengan rileks-rileks saja.

Anak yang mampu berenang juga ditengarai memiliki kepercayaan diri lebih baik, dibandingkan anak yang tidak bisa berenang.

Hal ini karena ada kebanggaan sendiri pada anak untuk bisa mengontrol dirinya di dalam air. Apalagi kalau anak sudah mulai sekolah dan memperlihatkan kemampuannya.

Meskipun banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh anak ketika mempelajari renang dengan baik, akan tetapi pengawasan ketika pembelajaran renang adalah hal penting.

Jangan sampai tujuan orang tua mengajarkan anak supaya mahir renang, malah berdampak pada trauma psikis anak terhadap kolam.

 

Kesalahan yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Mengajari Anak Berenang

Supaya trauma tersebut tidak terjadi, orang tua wajib tahu bagaimana atau apa saja kesalahan ketika mengajarkan anak berenang yang semestinya tidak boleh dilakukan.

Kesalahan pertama adalah orang tua terlalu melepaskan anak, artinya tidak peduli dan bersikap seolah anak bisa belajar sendiri ketika masuk kolam. Padahal, apapun yang baru dipelajari anak seyogyanya membutuhkan peran orang tua.

Kesalahan kedua juga berhubungan dengan kesalahan pertama, yakni terlalu mempercayai anak ketika memilih waktu masuk kolam.

Semestinya orang tua yang memberi aba-aba kapan anak harus masuk kolam dan kapan anak harus menunggu. Ini gunanya melatih kesiapan orang tua juga untuk antisipasi.

Kesalahan berikutnya yang tidak boleh sama sekali dilakukan ketika mengajari anak berenang adalah mengaplikasikan ban renang pada anak.

Anak semestinya dilengkapi dengan jaket pelampung, bukan ban renang. Ban renang bisa terlepas kapan saja sehingga akhirnya mendatangkan trauma pada anak.

Terakhir, konon membiarkan anak menggunakan kacamata renang juga tidak baik. Sebenarnya anak dibiarkan saja dengan mata telanjang, ketika masuk ke dalam air supaya tujuannya anak bisa membuka mata saat di dalam air. Tapi jika ragu, orang tua bisa mengomunikasikan hal ini pada profesional dulu.

  

Cara Mengajari Anak Berenang

Semua orang tua tentu bangga ketika anaknya bisa berenang dengan mahir sedari dini. Untuk mendapatkan kemampuan tersebut, orang tua bisa memercayakan jasa pengajar profesional atau mengajari anak sendiri dengan beberapa langkah tepat.

Seperti langkah pertama adalah pemilihan waktu yang cocok untuk Anda mengajak si buah hati berenang supaya mendapatkan pelajaran baru.

Orang tua juga bisa memanfaatkan semangat dan ketenangan anak, artinya anak sendiri yang menentukan kapan mau belajar berenang.

Ingat ya, penentuan waktu belajar tidak sama dengan penentuan anak mau masuk kolam. Kalau yang kedua ini tetap orang tua yang harus menentukannya.

Jika hendak memilih jasa pelatih renang pun, orang tua seyogyanya tahu sejauh apa kapasitas pelatih untuk anak Anda.

Tujuannya supaya anak benar-benar bisa berenang dan orang tua juga tidak mesti cemas ketika meninggalkan anak bersama orang lain guna mempelajari pergerakan di dalam air.

Berikutnya tidak perlu bernafsu untuk membuat anak segera mahir dengan membawanya langsung ke tengah kolam.

Orang tua bisa memperkenalkan anak pada kolam terlebih dahulu cukup dari pinggir kolam renang. Biarkan anak menyesuaikan diri dengan pergerakan yang semestinya dilakukan di kolam.

Perkembangan bisa dan tidak bisanya berenang pada anak bergantung pada masing-masing anak.

Akan lebih mudah mengajarkan metode berenang ketika anaknya pun merespons dengan baik tanpa menolak. Berbeda dengan anak yang melakukan penolakan terlebih dahulu, butuh usaha ekstra.

Artikel Terkait

Susu Pasteurisasi

Sebenarnya apa sih susu pasteurisasi itu? Susu pasteurisasi merupakan sebuah proses pemanasan pada susu segar sebelum susu segar tersebut siap untuk dikonsumsi.
Selengkapnya

Kenapa Bayi Sering Kentut

Sehingga gas akan terperangkap di dalam usus sehingga menyebabkan rasa sakit ketika dilewati. Dengan keadaan yang seperti inilah penyebab dari kenapa bayi sering kentut.
Selengkapnya

Tahap Oogenesis Pada Bayi Perempuan Yang Baru Lahir Telah Sampai Pada Fase

Tahap Oogenesis Pada Bayi Perempuan Yang Baru Lahir Telah Sampai Pada Fase
Selengkapnya
Madu Anak Vitabumin

Bertanya seputar Paramorina dan belanja Paramorina bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Madu Anak Vitabumin
0800-1-301-668
(Bebas Pulsa)
(0274) 272 4711
(Fixed Line)
(0274) 2724711
(Fixed Line)
Madu Anak Vitabumin
0811 273 8880
(Telp/SMS/Whatsapp)