Keputihan Saat Hamil

03-02-2021 07:14:42
Madu Anak Vitabumin

Keputihan bagi wanita merupakan suatu kondisi yang memang normal terjadi. Hal ini menandakan bahwa reaksi miss V terhadap kuman membuat keputihan terjadi. Hal ini juga bisa diartikan bahwa miss V sedang melindungi organ intimnya dari bakteri atau kuman.

Namun ada ciri-ciri keputihan pada wanita yang perlu untuk diwaspadai. Karena tidak selamanya keputihan pada wanita adalah suatu hal yang normal.

Sehingga penting bagi wanita untuk mengerti kondisi tubuhnya dengan baik, terutama pada kesehatan miss V. Banyak pertanyaan apakah normal keputihan saat hamil dan berbahayakah?

Keputihan bagi wanita single bisa menjadi penanda normal jika keputihan tidak disertai dengan bau dan perubahan warna. Karena jika terjadi perubahan warna dan berbau menyengat maka kondisi ini bisa menandakan bahwa terjadinya infeksi pada miss V.

Pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan miss V menjadi tugas kita sebagai wanita untuk mengontrolnya. Karena area ini cukup sensitif dan harus dijaga kesehatannya.


Perbedaan Keputihan Saat Hamil dengan Wanita Single

Wanita single dengan wanita yang sudah menikah tentu saja memiliki perbandingan yang sangat jauh atau berbeda. Ketika wanita yang sudah menikah dan kemudian hamil lalu terjadi keputihan, biasanya hal ini wajar terjadi namun tetap harus dikontrol kondisinya.

Seperti yang disebutkan tadi bahwa keputihan akan menjadi berbahaya jika terjadi perubahan warna dan berbau. Karena keputihan secara normal tidak berwarna dan tidak berbau.

Terjadinya keputihan saat hamil adalah hal yang wajar jadi tida perlu khawatir jika tidak menimbulkan suatu infeksi apa pun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar estrogen pada area miss V yang kemudian menjadikan seorang wanita hamil menjadi lebih sering keputihan.

Hal ini juga normal karena bisa jadi merupakan cairan yang berada di leher rahim atau bisa dikatakan sisa-sisa buangan dari rahim Anda. Dokter juga menyebutkan bahwa hal ini bisa juga menjadi penanda dari bakteri normal maupun sel-sel mati yang berasal dari dinding miss V yang keluar.

Di awal-awal kehamilan biasanya cairan ini akan berada penuh di saluran serviks. Sehingga membentuk sebuah pelindung berupa cairan seperti putih telur.

Cairan ini biasanya semakin bertambahnya usia kandungan akan semakin banyak hingga waktu persalinan tiba. Jika keputihan yang muncul saat hamil tidak berbau dan jernih maka hal tersebut tergolong pada keputihan normal.

Namun jika keputihan berbau dan berwarna maka bisa jadi Anda sedang mengalami infeksi atau mengidap penyakit tertentu. Biasanya kebanyakan ibu hamil akan mengalami perubahan hormon secara signifikan, yang kemudian membuat wanita hamil terkena infeksi saluran kemih atau vagina.

Oleh sebab itu, keputihan bagi ibu hamil bisa menjadi penanda tertentu jika mengalami perubahan warna dan bau, berikut penjelasannya:

Trikomoniasis

Bakteri ini bisa menyebabkan penularan ketika sedang berhubungan intim. Bakteri ini muncul ditandai dengan gejala seperti cairan keputihan berbusa, berbau menyengat dan memiliki warna kekuningan atau kehijauan.

Bisa juga ditandai dengan sensasi terbakar dan gatal ketika melakukan hubungan intim dengan pasangan. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobatinya. Karena kondisi keputihan ini membutuhkan pemeriksaan dokter dan penanganan yang tepat.

Vaginosis Bakterialis

Kondisi Vaginosis Bakterialis adalah kondisi yang ditimbulkan dari perubahan hormon sehingga membuat bakteri berkembang biak secara berlebihan di miss V.

Pada umumnya kondisi ini bisa menyebabkan kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan kurang. Gejala dari Vaginosis Bakterialis antara lain sebagai berikut:

1.       Cairan berwarna abu-abu

2.       Gatal di sekitar area miss V

3.       Mengalami nyeri ketika akan buang air kecil

Kadang-kadang kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat namun bisa mereda dengan sendirinya. Akan tetapi biasanya dokter akan menyarankan untuk mengkonsumsi antibiotik untuk mengobatinya.

Namun jika dibiarkan begitu saja, keputihan Vaginosis Bakterialis bisa menyebar dan mengakibatkan radang panggul. Oleh karena itu, solusinya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan diobati dengan baik. Semakin cepat pengobatannya, semakin cepat pula dalam pemulihannya.

Artikel Terkait

Makanan Sumber Kolin Untuk Ibu Hamil Dan Janin

Asupan kolin selama masa kehamilan sangat membantu fungsi plasenta untuk dapat mencegah cacat lahir dan juga perkembangan otak janin. Dan bila kekurangan kandungan kolin maka akan menyebabkan beberapa gangguan pertumbuhan janin contohnya seperti preeklampsia dan juga hambatan pertumbuhan intrauterin. Dengan begitu perlu untuk mengetahui makanan sumber kolin untuk ibu hamil. Berikut ini beberapa jenis makanan sumber kolin untuk ibu hamil.
Selengkapnya

Beberapa Macam Jenis Bahasa Tubuh Negatif Anak Yang Perlu Di Pahami Oleh Para Orang Tua

Bahasa tubuh negatif anak yang perlu di pahami ada beberapa jenis nya, dimana akan dibahas di dalam artikel ini. Bahasa tubuh sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah kode bagi seseorang yang tidak dapat mengungkapkan sesuatu, dengan menggunakan bahasa tubuh ini dapat menjadikan sebuah penjelasan dari keadaan tersebut. Terlebih bila bertemu dengan sesorang yang baru pertama kali bertemu bahasa tubuh dapat membantu dalam memahami seseorang yang ingin disampaikan.
Selengkapnya

Mengenalkan Doa Sehari-hari Yang Wajib Di Ketahui Anak

Sebagai seorang muslim, pastinya kita diharuskan untuk membaca doa bila akan atau sedang melalukan kegiatan. Hal ini bertujuan untuk sesuatu yang sedang kita lakukan akan senantiasa di ridhoi oleh Allah SWT serta juga akan mendapatkan berkah. Maka dari itu mengenalkan doa sehari-hari yang wajib di ketahui anak sangatlah perlu.
Selengkapnya
Madu Anak Vitabumin

Bertanya seputar Paramorina dan belanja Paramorina bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Madu Anak Vitabumin
0800-1-301-668
(Bebas Pulsa)
(0274) 272 4711
(Fixed Line)
(0274) 2724711
(Fixed Line)
Madu Anak Vitabumin
0811 273 8880
(Telp/SMS/Whatsapp)