Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih Sebuah Dongeng Yang Berisi Banyak Pesan Moral

15-04-2021 02:55:25
Madu Anak Vitabumin

Cerita rakyat bawang merah bawang putih merupakan sebuah cerita yang banyak mengandung pesan moral di dalamnya, maka dari itu cerita rakyat bawang merah bawang putih sejak anak masih kecil telah diceritakan cerita ini.

Terlebih lagi mendongeng atau pun bercerita merupakan sebuah cara yang asyik dalam mengisi waktu senggang ketika berada di rumah dan sedang bersama si kecil.

Selain dapat menghibur, dengan mendongeng atau bercerita juga dapat menumbuhkan sebuah rasa ingin tahu bagi si kecil dengan begitu menceritakan sebuah dongeng kepada si kecil dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan kognitif si kecil.

Cerita rakyat juga dapat menjadi sebuah media yang efektif untuk dapat membentuk karakter si kecil sejak usia dini. Kefektifan ini lah yang dapat digunakan menjadi sebuah sarana dalam penyampaian sebuah pesan mengenai sesuatu.

Semua ini dapat terjadi karena cerita rakyat merupakan sebuah cerita yang banyak mengandung pesan moral serta sosial yang sangat baik untuk si kecil.

Cerita rakyat bawang merah bawang putih juga merupakan sebuah cerita yang masuk ke dalam cerita dongeng karena cerita rakyat bawang merah bawang putih memiliki pesan moral atau amanat.

Lalu seperti apa cerita rakyat bawang merah bawang putih itu? Berikut dongeng bawang merah bawang putih.

Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih

Cerita rakyat bawang merah bawang putih ini merupakan sebuah cerita rakyat yang berasal dari salah satu pulau di Sumatera yaitu tepat nya di provinsi Riau. Cerita rakyat bawang merah bawang putih ini berkisah mengenai dua orang gadis yang menjadi kakak adik karena orang tua mereka menikah, jadi mereka menjadi saudara tiri.

Sifat dari ke dua gadis tersebut juga sangat bertolak belakang bawang putih sangat baik dan lembut sedangkan bawang merah sangat jahat dan kasar. Selain itu ada juga ibu tiri bawang putih yang sangat pilih kasih dan jahat kepada bawang putih.

Di sebuah desa, tinggallah seorang gadis cantik jelita yang bernama Bawang Putih, Bawang Putih ini tinggal bersama ayah nya karena sang ibu telah meninggal sejak Bawang Putih masih kecil.

Ayah dari Bawang Putih ini ialah seorang pedangan yang membuat ia jarang berada di rumah bersama Bawang Putih. Pada suatu hari ayah dari Bawang Putih ini pulang dan membawakan buah tangan untuk si putri nya yang cantik.

Selain membawa buah tangan, ayah dari Bawang Putih ini juga membawakan sebuah kabar bahwa ia berencana untuk menikah lagi, mendengar kabar tersebut Bawang Putih pun kaget dan juga bahagia.

Bawang Putih pun akhirnya diperkenalkan dengan ibu tirinya dan saudara tirinya, disitu ibu tiri dan saudara tirinya sangat baik kepada Bawang Putih.

Setelah beberapa hari ayah Bawang Putih menikah dengan ibu Bawang Merah, ayah mereka pergi untuk berdagang kembali sampai beberapa hari kemudian mereka mendengar kabar bahwa ayah mereka telah meninggal ketika sedang berdagang.

Setelah ayah mereka telah meninggal, perubahan drastis sangat dirasakan oleh Bawang Putih dimana ibu tirinya dan saudara tirinya yaitu Bawang Merah menjadi sangat jahat kepada Bawang Putih.

Bawang Putih yang memiliki karakter baik hati, rajin, jujur dan juga rendah hati. Sedangkan saudara tirinya yaitu Bawang Merah memiliki karakter yang jahat, sombong, malas dan juga iri hati, semua kepribadian Bawang Merah tersebut tambah buruk karena Bawang Merah sangat dimanjakan oleh ibu nya dimana bila Bawang Merah menginginkan sesuatu maka oleh ibu nya pun akan dituruti.

Setiap hari Bawang Putih harus melayani ibu tirinya dan saudara tirinya Bawang Merah, sampai pada suatu hari ketika Bawang Putih sedang mencuci baju mereka di pinggir sungai, tanpa Bawang Putih sadari ternyata salah satu baju kesayangan saudara tirinya Bawang Merah terhanyut terbawa aliran sungai.

Ketika Bawang Putih sampai di rumah, saudara tirinya Bawang Merah marah besar kepada Bawang Putih karena telah menghilangkan pakaian kesayangan Bawang Merah.

Bawang Merah berkata “Dasar kamu ceroboh sekali, pokoknya aku tidak mau tahu kamu harus menemukan pakaian ku itu dan jangan sekali-kali kamu berani pulang bila kamu belum menemukan pakaian ku!”.

Setelah di marahin oleh Bawang Merah akhirnya Bawang Putih pergi menyusuri pinggiran sungai untuk menemukan pakaian Bawang Merah yang hilang.

Sampai matahari terbenam pakaian Bawang Merah yang hilang belum juga ditemukan. Semua orang yang ia temui juga selalu Bawang Putih tanya apakah melihat pakaina yang hanyut apa tidak dan pasti jawabannya tidak.

Ketika sedang menyusuri sungai, Bawang Putih melihat sebuah gubuk tua disitu Bawang Putih langsung menuju gubuk tua tersebut karena Bawang Putih juga telah lelah mencari pakaian Bawang Merah yang tidak kunjung ditemukan.

Bawang Putih pun mengetuk pintu dari gubuk itu sambil berkata “Permisi”.

Tidak lama dari itu pintu gubuk tersebut dibuka dan ada seorang nenek tua yang membukakan pintu dan nenek tersebut ternyata hidup seorang diri.

Setelah dibukakan pintu nenek tersebut bertanya kepada Bawang Putih, “siapa kamu nak?”

Bawang Putih pun menjawab “Nama saya Bawang Putih nek, saya sejak tadi menyusuri sungai itu nek untuk mencari pakaian saudara saya yang hilang karena hanyut terbawa aliran sungai dan sampai sekarang saya belum menemukan pakaian tersebut. Nek, bolehkah saya menginap di sini untuk satu malam?”.

Ternyata nenek tua tersebut sangat baik kepada Bawang Putih dan mempersilahkan untuk Bawang Putih menginap di gubuk tua miliknya.

Sembari istirahat nenek tua tersebut bertanya kepada Bawang Putih “Apakah pakaian yang kamu cari itu berwarna merah nak?” ucap nenek tua kepada Bawang Putih.

Bawang Merah pun menjawab “Iya benar nek, pakaian yang say acari berwarna merah. Apa nenek melihat?”

Ternyata pakaian yang hilang dan yang dicari oleh Bawang Putih ditemukan oleh nenek tua tersebut dan nenek itu akan mengembalikan pakaian tersebut bila Bawang Putih memenuhi syarat yang diajukan oleh nenek tua tersebut.

Syarat yang diberikan nenek tua ke Bawang Putih tersebut ialah nenek meminta Bawang Putih untuk menemaninya selama satu minggu dan Bawang Putih pun meng iyakan syarat dari nenek tua tersebut.

Nenek tua itu berkata “aku akan mengembalikan pakaian mu yang aku temukan tapi dengan syarat kamu harus menemaniku di sini selama satu minggu dan sudah lama juga aku tidak mengobrol dengan seorang pun, bagaimana apakah kamu sanggup nak?”.

Selama Bawang Putih tinggal di gubuk nenek tersebut Bawang Putih sangat senang dan tidak terasa waktu satu minggu yang di pinta oleh nenek tersebut akan segera habis dan Bawang Putih harus segera pulang.

Selama Bawang Putih tinggal di gubuk nenek tersebut Bawang Putih sangat rajin membantu nenek tua itu dalam membersihkan rumah dan membantu aktivitas nenek lainnya. Sehingga nenek tersebut akhirnya menepati janji nya untuk mengembalikan pakaian yang ia temukan ke Bawang Putih, dan selain itu Bawang Putih juga diberikan sebuah hadiah yaitu labu kuning.

Labu kuning itu ada dua buah dan Bawang Putih disuruh memilih labu kuning tersebut, labu kuning tersebut memiliki perbedaan karena yang satu bentuknya kecil dan yang satunya bentuknya besar.

Pada awalnya Bawang Putih menolak pemberian nenek tua tersebut namun karena Bawang Putih ingin menghormati pemberian dari si nenek, akhirnya Bawang Putih memilih labu yang berukuran kecil dengan alasan takut tidak bisa membawa labu kuning nya.

Setelah mendengar alasan dari Bawang Putih tersebut si nenek hanya tersenyum mendengarnya.

Sesampainya di rumah Bawang Putih bergegas memberikan pakaian tersebut ke Bawang Merah. Setelah memberikan pakaian Bawang Merah, Bawang Putih langsung bergegas menuju dapur untuk membelah labu kuning yang diberikan nenek tua tersebut dan langsung segera memasaknya.

Ketika Bawang Putih membelah labu kuning tersebut betapa terkejutnya Bawang Putih karena ternyata isi di dalam labu kuning tersebut ialah berupa perhiasaan emas permata yang jumlahnya sangat banyak.

Ketika Bawang Putih membelah labu kuning tersebut tidak sengaja ibu tirinya melihat dan langsung saja merampas semua perhiasan emas permata tersebut dari tangan Bawang Putih.

Selain merampas, ibu tiri Bawang Putih juga memaksa Bawang Putih untuk menjelaskan dari mana Bawang Putih bisa mendapatkan labu kuning ajaib tersebut.

Bawang Putih pun menceritakan dengan detail dan jujur kepada ibu tirinya. Setelah mendengar semua cerita dari Bawang Putih, ibu tiri Bawang Putih pun memiliki niat jahat karena sifat keserakahnya itu.

Pada pagi hari nyaibu tiri Bawang Putih menyuruh anaknya Bawang Merah untuk melakukan cara yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Bawang Putih. Ibu tiri Bawang Putih mengharapkan Bawang Merah dapat membawa labu kuning yang ukuran nya lebih besar sehingga isi yang ada di dalamnya pun lebih banyak.

Bawang Merah pun melaksanakan aksi nya dengan cara persis yang dilakukan oleh Bawang Putih yaitu sengaja menghanyutkan pakaiannya dan menyusuri sungai sambil bertanya kepada para warga yang ia temui.

Pada akhirnya ia pun menemukan gubuk tua tempat nenek tua tersebut tinggal dan Bawang Merah pun tinggal di gubuk nenek tersebut juga selama satu minggu, namun tidak seperti si Bawang Putih yang rajin, Bawang Merah ini selama satu minggu tinggal di gubuk nenek hanya bermalas-malasan serta tidak membantu sama sekali pekerjaan rumah nenek.

Setelah satu minggu berlalu nenek tersebut memperbolehkan Bawang Merah untuk kembali pulang ke rumahnya. Tetapi ada rasa heran dari Bawang Merah dan akhirnya Bawang Merah pun bertanya kepada nenek tersebut. “Bukannya seharusnya nenek memberikan labu kuning itu menjadi hadiah ku karena aku telah menemani nenek selama satu minggu?” tanya Bawang Merah.

Nenek itu pun terpaksa memberikan labu kuning kepada Bawang Merah dan juga menyuruh Bawang Merah untuk memilih labu kuningnya. Tanpa pikir lama, Bawang Merah pun mengambil labu kuning yang berukuran besar dan bergegas pulang tanpa mengucapkan kata terima kasih kepada nenek tua tersebut.

Sesampainya Bawang Merah dirumah, ia dan ibunya bergegas ke dapur untuk membelah labu kuning tersebut karena mereka berpikir pasti didalamnya akan lebih banyak perhiasan emas permatanya.

Tetapi setelah labu kuning tersebut di belah, Bawang Merah dan ibu nya sangat terkejut melihat isi dari labu kuning tersebut. Isi yang ada di dalam labu kuning tersebut ialah hewan yang berbisa seperi kalajengking dan ular.

Penutup

Pesan moral dari ceritarakyat bawang merah bawang putih ini ialah bagi orang yang serakah dan juga berbuat jahat maka akan mendapatkan ganjaran yang setimpal pula. Dan untuk perbuatan yang baik juga akan mendapatkan hasil yang baik pula. 

Artikel Terkait

Makanan Sumber Kolin Untuk Ibu Hamil Dan Janin

Asupan kolin selama masa kehamilan sangat membantu fungsi plasenta untuk dapat mencegah cacat lahir dan juga perkembangan otak janin. Dan bila kekurangan kandungan kolin maka akan menyebabkan beberapa gangguan pertumbuhan janin contohnya seperti preeklampsia dan juga hambatan pertumbuhan intrauterin. Dengan begitu perlu untuk mengetahui makanan sumber kolin untuk ibu hamil. Berikut ini beberapa jenis makanan sumber kolin untuk ibu hamil.
Selengkapnya

Beberapa Macam Jenis Bahasa Tubuh Negatif Anak Yang Perlu Di Pahami Oleh Para Orang Tua

Bahasa tubuh negatif anak yang perlu di pahami ada beberapa jenis nya, dimana akan dibahas di dalam artikel ini. Bahasa tubuh sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah kode bagi seseorang yang tidak dapat mengungkapkan sesuatu, dengan menggunakan bahasa tubuh ini dapat menjadikan sebuah penjelasan dari keadaan tersebut. Terlebih bila bertemu dengan sesorang yang baru pertama kali bertemu bahasa tubuh dapat membantu dalam memahami seseorang yang ingin disampaikan.
Selengkapnya

Mengenalkan Doa Sehari-hari Yang Wajib Di Ketahui Anak

Sebagai seorang muslim, pastinya kita diharuskan untuk membaca doa bila akan atau sedang melalukan kegiatan. Hal ini bertujuan untuk sesuatu yang sedang kita lakukan akan senantiasa di ridhoi oleh Allah SWT serta juga akan mendapatkan berkah. Maka dari itu mengenalkan doa sehari-hari yang wajib di ketahui anak sangatlah perlu.
Selengkapnya
Madu Anak Vitabumin

Bertanya seputar Paramorina dan belanja Paramorina bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Madu Anak Vitabumin
0800-1-301-668
(Bebas Pulsa)
(0274) 272 4711
(Fixed Line)
(0274) 2724711
(Fixed Line)
Madu Anak Vitabumin
0811 273 8880
(Telp/SMS/Whatsapp)