Cerita Malin Kundang

14-01-2021 04:32:58
Madu Anak Vitabumin

Orang tua di jaman millennial seperti sekarang ini akan lebih kesulitan memberikan dongeng-dongeng atau cerita rakyat ke anak karena kalah dengan gadget atau gawai. Anak-anak biasanya lebih tertarik menatap layar smartphone mereka untuk melihat youtube ketimbang harus duduk diam mendengarkan orang tua mereka bercerita sebuah dongeng.

Padahal banyak sekali dongeng anak yang bagus untuk diceritakan, salah satunya adalah Malin Kundang. Mendongengkan cerita Malin Kundang ke si kecil agar ia tertarik tentu saja membutuhkan strategi atau tips yang tepat.

Banyaknya pesan moral yang terkandung pada cerita Malin Kundang ini sangat bagus jika bisa disampaikan ke anak-anak. Tidak hanya Malin Kundang saja, namun banyak cerita-cerita rakyat lainnya yang mengandung pesan-pesan baik untuk disampaikan pada anak.

Pesan moral pada cerita Malin Kundang sendiri secara garis besar mengajarkan anak untuk bisa berbakti kepada kedua orang tua. Jika hal tersebut mampu diserap dengan baik oleh anak, pastinya mereka akan lebih mampu menghormati orang yang lebih tua dari mereka nantinya.

Seperti yang kita tahu, bahwa anak-anak di jaman sekarang ini seringkali suka membantah bahkan hingga berani dengan orang tua. Minimnya pendidikan moral pada anak menjadi penyebab utama hal tersebut terjadi.

Jadi, memastikan anak mendapatkan pendidikan moral yang harus mereka miliki menjadi tanggung

jawab orang tua untuk memberikannya. Dengan mengajarkan anak sejak dini pendidikan moral melalui cerita-cerita rakyat yang dapat tersampaikan pada anak yang nantinya lebih memudahkan orang tua dalam menyampaikannya.


Pendidikan Moral Saat Mendongengkan Cerita Malin Kundang Ke Si Kecil

Dongeng Malin Kundang sendiri adalah cerita rakyat yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Dimana yang bernama Malin Kundang merupakan anak dari seorang Janda yaitu Mande Rubayah. Ketika Malin Kundang sudah besar, Ia pergi merantau yang kemudian saat kembali ke kampung halamannya Ia sudah memiliki seorang Istri.

Akan tetapi setibanya di kampung halaman Ia tidak mengakui Ibunya seorang Janda yang miskin. Karena Malin Kundang telah berbohong pada Istrinya bahwa Ia dari keluarga bangsawan. Yang pada akhirnya membuat Malin Kundang dikutuk menjadi batu oleh Ibunya.

Pesan moral yang disampaikan pada cerita dongeng Malin Kundang adalah menghormati orang tua merupakan kewajiban seorang anak sebagai rasa baktinya. Jangan sampai bersikap tidak baik pada orang tua meskipun itu hanya sebuah ucapan.

Karena perkataan yang buruk mampu menyakiti hati orang tua, terlebih pada seorang Ibu. Itu sebabnya pada cerita dongeng Malin Kundang inilah setiap anak diajarkan agar tidak durhaka terhadap orang tua terutama kepada seorang Ibu.

Dengan membiasakan anak mendengar cerita-cerita rakyat yang mengandung pesan moral yang baik untuk masa perkembangan anak bisa diajarkan pada mereka. Selain itu, menurut banyak psikolog, bahwa membacakan cerita-cerita rakyat secara rutin pada anak memiliki manfaat bagi yang bagus bagi perkembangan moral mereka di masa depannya.

Pendidikan moral pada anak memang baiknya ditanamkan sejak dini pada mereka. Dengan membiasakan anak mendengarkan dongeng rakyat membantunya menangkap banyak pesan moral yang bisa Ia cerna dengan baik.

Akan tetapi orang tua perlu untuk menyeleksi buku-buku cerita yang akan dibacakan oleh anak agar sesuai dengan umur mereka yang seharusnya. Jangan membacakan cerita dongeng pada anak yang melebihi usianya untuk mengerti dan paham karena bisa merugikan anak.

Bacakanlah cerita-cerita yang sesuai dengan umur anak ya. Rutin membacakan cerita pada anak juga mampu menumbuhkan atau meningkatkan minat baca pada anak. Jadi ketika anak mulai gemar membaca, orang tua juga perlu untuk membimbingnya serta menyeleksi buku apa saja yang sesuai dengan usia mereka.

Ini juga bisa menjadi landasan orang tua bahwa membacakan cerita pada tiap anak tentu berbeda-beda. Misalnya usia anak masih 3 tahun, gaya bahasa dan ceritanya tentu berbeda dengan buku bacaan anak yang sudah duduk dibangku sekolah dasar.


Tips Agar Anak Tertarik dan Tidak Bosan Mendengarkan Cerita

Lalu untuk anak-anak yang masih diusia kurang dari 5 tahun, beberapa tips berikut ini bisa dilakukan agar anak tertarik untuk mendengarkan dan tidak cepat bosan:

  1. Bacakan cerita tidak lebih dari durasi 5 menit
  2. Gunakan alat peraga untuk menarik perhatian anak, misalnya boneka dll
  3. Menggunakan ekspresi yang aktif mampu membuat anak untuk mudah memahami
  4. Gunakan ungkapan dan istilah-istilah yang dapat dimengerti oleh anak
  5. Ceritakan dengan penuh semangat agar si kecil excited untuk mendengarkan
  6. Bisa menambahkan alat music sebagai pendukung cerita

Lakukan tips di atas saat akan bercerita. Karena setiap anak akan lebih mudah menangkap apa yang akan disampaikan jika yang bercerita mampu menarik anak untuk mendengarkannya.

Banyak cara sebetulnya untuk membacakan cerita-cerita menarik untuk anak. Tinggal orang tua mengolahnya dengan kreatif agar anak mau mendengarkan dan meningkatkan rasa keingintahuan pada anak.

Jadi kalau anak sudah tidak sabar ingin tahu kelanjutan ceritanya, itu menjadi pertanda baik bahwa Ia mendengarkan dan tertarik dengan cerita yang dibacakan. Biasanya mereka akan lebih banyak bertanya dan terlihat seksama ketika dibacakan sebuah cerita padanya.

Oleh karena itu, orang tua hanya perlu berlatih menjadi pendongeng yang bisa diminati anak-anak. Bisa dengan mengolah ekspresi saat membacakan cerita hingga menyiapkan alat-alat peraga yang bisa menunjang isi cerita.


Manfaat Mendongengkan Cerita Malin Kundang Ke Si Kecil

Kembali pada cerita rakyat Malin Kundang, pesan baik yang bisa diambil dari cerita ini adalah agar si kecil memahami bahwa berbohong adalah tindakan yang tidak baik apalagi jika itu mampu menyakiti orang lain khususnya orang tua. Jadi sebagai anak, seharusnya mampu membaktikan diri terutama kepada Ibu yang sudah melahirkannya.

3 Manfaat inti dalam mendongengkan cerita Malin Kundang ke si kecil antara lain menghormati orang tua, tidak boleh berbohong dan tidak boleh lupa diri.

Pada cerita Malin Kundang yang merupakan seorang anak yang kemudian merantau seharusnya Ia tidak melupakan Ibunya dan tidak menyakitinya. Karena bagaimanapun juga seorang Ibu adalah madrasah bagi anak-anak yang harus dihormati sampai akhir hayat.

Alur cerita yang dihadirkan pada cerita Malin Kundang saat menikahi seorang wanita dengan dasar kebohongan, tentu saja bukanlah hal yang benar sehingga anak-anak bisa menangkap bahwa berbohong merupakan hal yang sangat buruk.

Apalagi jika harus berbohong demi mendapatkan sesuatu, maka hal tersebut sangat tidak patut untuk dilakukan. Orang tua bisa menjelaskan secara perlahan pada anak bahwa berbohong dan menyakiti seorang Ibu bukanlah tindakan yang baik.

Manfaat lain yang bisa didapatkan ketika sering membacakan cerita pada anak adalah dapat mengajarkan nilai-nilai penting dalam hidup yang bisa menjadi landasan yang baik untuk mereka.

Misalnya, anak lebih terlatih untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, menghargai cinta, kejujuran dan kesabaran dalam hidupnya. Selain itu, membacakan cerita juga dapat melancarkan komunikasi dan hubungan antara anak dan orang tua nantinya.

Artikel Terkait

Susu Pasteurisasi

Sebenarnya apa sih susu pasteurisasi itu? Susu pasteurisasi merupakan sebuah proses pemanasan pada susu segar sebelum susu segar tersebut siap untuk dikonsumsi.
Selengkapnya

Kenapa Bayi Sering Kentut

Sehingga gas akan terperangkap di dalam usus sehingga menyebabkan rasa sakit ketika dilewati. Dengan keadaan yang seperti inilah penyebab dari kenapa bayi sering kentut.
Selengkapnya

Tahap Oogenesis Pada Bayi Perempuan Yang Baru Lahir Telah Sampai Pada Fase

Tahap Oogenesis Pada Bayi Perempuan Yang Baru Lahir Telah Sampai Pada Fase
Selengkapnya
Madu Anak Vitabumin

Bertanya seputar Paramorina dan belanja Paramorina bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Madu Anak Vitabumin
0800-1-301-668
(Bebas Pulsa)
(0274) 272 4711
(Fixed Line)
(0274) 2724711
(Fixed Line)
Madu Anak Vitabumin
0811 273 8880
(Telp/SMS/Whatsapp)