Kapan Seharusnya Si Kecil Sudah Berjalan?

26-06-2020 08:52:37
Madu Anak Vitabumin

Mengamati tumbuh kembang bayi secara langsung menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua. Mulai dari pertumbuhan berat badan.

Hingga tahap perkembangan kemampuan si kecil. Setiap anak pasti memiliki keunikan tersendiri pada masa tumbuh kembangnya. Ada yang tumbuh kembangnya cepat. Ada pula bayi yang tumbuh kembangnya lambat.

Setiap momen akan menjadi momen yang dinanti oleh orang tua. Salah satu perkembangan yang paling dinantikan oleh orang tua adalah kemampuan berjalan.

 Kemampuan berjalan seorang anak tentu tidak serta merta datang dalam waktu yang singkat. Kemampuan berjalan juga tidak datang dengan sendirinya.

Sebelumnya harus melewati beberapa rangkaian proses perkembangan lainnya sebelum mencapai berjalan.

Mulai dari kemampuan tengkurap, berguling, duduk, merangkak, berdiri, hingga mampu untuk berjalan dan berlari. Setiap tahap perkembangan bayi ini memiliki waktu yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya.

 Termasuk kemampuan berjalan, setiap anak mempunyai proses waktu yang berbeda-beda untuk mencapai kemampuan berjalan. Ada anak yang belum menginjak umur 1 tahun tetapi sudah bisa berjalan.

Ada pula anak yang butuh waktu satu tahun lebih untuk bisa berjalan. Lantas kapan seharusnya si kecil sudah bisa berjalan? Mari kita simak lebih lanjut mengenai pembahasan waktu seharusnya bayi berjalan.

Menginjak Umur Berapa Bayi Seharusnya Sudah Bisa Berjalan?

Menurut pendapat seorang dokter spesialis pediatric orthopedic, perkembangan yang paling mempengaruhi kemampuan berjalan adalah merangkak. Anak mulai belajar bergerak maju melalui tahap merangkak terlebih dahulu.

Jika tahap merangkak serta duduk terjadi cepat. Maka anak juga akan mampu berjalan dalam waktu cepat.

Namun kembali lagi ke pembahasan awal, bahwa setiap anak memiliki keunikan dan tenggat waktu masing-masing. Tahap perkembangan mernagkak hingg berjalan ini bervariasi, antara usia 9 hingga 18 bulan.

 Tahap kemampuan bayi dapat merangkak dan duduk, biasa terjadi dalam waktu yang hampir sama. Saat anak sudah bisa merangkak, maka akan didukung pula dengan kemampuan duduk. Pada umumnya tahap merangkak dan juga duduk ini terjadi pada usia sekitar 7 bulan.

Kemudian pada usia sekitar 9 hingga 12 bulan bayi akan mulai belajar berdiri. Setelah berdiri, barulah anak akan mulai merayap. Hingga akhirnya dapat berjalan pada usia rata-rata 9 hingga 18 bulan.

 

Mengamati Ciri Bayi Hendak Berjalan

Setelah melalui tahap merangkak, duduk, berdiri, hingga merayap. Barulah anak akan belajar berjalan. Proses belajar berjalan ini setiap anak memiliki kurun waktu yang berbeda. Pada tahap merayap ini merupakan proses yang pening.

Dengan merayap anak belajar menyeimbangkan badan untuk berdiri dan bergerak. Meskipun masih bertumpu pada benda sandaranya. Berbagai perabotan rumah dapat menjadi sarana belajar si kecil. Mulai dari sofa, meja, kursi, hingga tembok.

 Anak akan belajar beberapa langkah sambil bepegangan pada benda tumpuannya seperti sofa, meja, atau tembok. Tahap ini disebut merayap. Merayap inilah yang bisa menjadi ciri seorang bayi akan bisa berjalan.

Pada tahap merayap ini, menandakan bahwa kemampuan bayi udah semakin berkembang. Anak sudah bisa mengembangkan kemampuan motorik kakinya dan juga pinggul. Perkembangannya terjadi secara bertahap mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

 Selain faktor fisik, kepribadian ternyata juga mempengaruhi kemampuan berjalan seorang anak. Seorang aak harus mengumpulkan keberaniannya untuk bisa berjalan. Tidak heran jika masing-masing anak mempunyai kurun waktu yang berbeda.

Bergantung dari tingkat keberanian anak. Bayi yang tingkat keberaniannya lebih tinggi tentu akan lebih cepat, dibanding bayi yang masih takut melangkah.

Bayi yang terlihat takut, akan kesulitan untuk menyeimbangkan tubuhnya. Untuk itu perlu stimulasi yang tepat agar anak bisa lebih cepat berjalan.

 

Stimulasi Untuk Bayi Agar Berani Berjalan

Tingkat keberanian anak memang sangat mempengaruhi kemampuan bayi untuk berjalan. Maka tidak heran jika ada beberapa anak yang sudah menginjak usia berjalan tetapi belum bisa berjalan.

Salah satu faktor penyebabnya adalah tingkat keberanian anak ini. Maka dari itu, orang tua peru memberikan stimulasi agar anak berani berjalan. Berikut beberapa stimulasi yang bisa Anda berikan kepada si kecil.

 Memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi sesuai keinginanya. Sebaiknya Anda meminimalisir terlalu banyak menggendong atau memangku bayi yang akan menurunkan motivasinya bergerak.

Memotivasi anak dengan barang-barang kesukaanya. Orang tua bisa memotivasi anak untuk bisa berjalan dengan menunjukkan mainan favorit anak. Tidak hanya dalam bentuk barang, orang terdekat juga bisa digunakan sebagai motivasi.

Lebih banyak memberikan ruang kepada anak untuk berjalan dengan bertelanjang kaki. Cara ini sangat direkomendasikan untuk bayi yang sedang belajar berjalan. Karena akan membuat kaki anak lebih mampu mengatur keseimbangannya.

Itulah beberapa cara tahap perkembangan anak untuk bisa berjalan. Peran orang tua sangat penting untuk memotivasi anak agar lebih berani melangkah.

Berikanlah stimulasi-stimulasi pendukung seperti madu anak Paramorina agar anak lebih percaya diri untuk berjalan dan menyeimbangkan badannya. Yang paling penting adalah anak bahagia dengan setiap tumbuh kembangnya.

Artikel Terkait

Mengenalkan Anak 10 Malaikat Dan Tugasnya

Seperti yang telah diketahui bahwa di dalam agama Islam dan sebagai seorang muslim maka kita wajib untuk meyakini rukun iman dimana rukun iman itu berjumlah enam. Dimana salah satu rukun iman yang kedua ialah untuk percaya kepada para malaikat Allah SWT. Maka dari itu si kecil perlu dikenalkan sekitar 10 malaikat dan tugasnya.
Selengkapnya

Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih Sebuah Dongeng Yang Berisi Banyak Pesan Moral

Cerita rakyat bawang merah bawang putih merupakan sebuah cerita yang banyak mengandung pesan moral di dalamnya, maka dari itu cerita rakyat bawang merah bawang putih sejak anak masih kecil telah diceritakan cerita ini. Selain dapat menghibur, dengan mendongeng atau bercerita juga dapat menumbuhkan sebuah rasa ingin tahu bagi si kecil.
Selengkapnya

Cara Membuat Masker Kopi Di Rumah

Dengan menggunakan masker kopi dapat membuat kulit menjadi lebih bersih, lebih bercahaya dan juga menjadi lebih lembut. Cara membuat masker kopi pun tidak susah dan tergolong gampang. Berikut ini beberapa cara membuat masker kopi.
Selengkapnya
Madu Anak Vitabumin

Bertanya seputar Paramorina dan belanja Paramorina bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Madu Anak Vitabumin
0800-1-301-668
(Bebas Pulsa)
(0274) 272 4711
(Fixed Line)
(0274) 2724711
(Fixed Line)
Madu Anak Vitabumin
0811 273 8880
(Telp/SMS/Whatsapp)